RESOLUSI TAHUN BARU
Membuat rencana atau resolusi untuk satu tahun kedepan adalah ritual yang biasa dilakukan oleh hampir setiap penduduk di bumi ini.
aku ingin hafal al-quranaku ingin menulis buku
aku ingin pergi haji
aku ingin menikah
aku ingin punya mobil baru
aku ingin liburan ke luar negeri
aku ingin punya rumah baru
aku ingin lulus kuliah
aku ingin kuliah S3
aku ingin punya pekerjaan mapan
Semua ingin-ingin di atas mungkin pernah jadi salah satu resolusi dari beberapa orang di antara kita. Bahkan mungkin beberapa diantaranya selalu jadi rencana tiap tahun yang tidak pernah terwujud, entah kenapa.
Ada orang yang selalu punya rencana ingin hafal quran, tapi ketika ditanya "sekarang sedang ngafalain surat apa?" jawabannya "belum sempet, masih seputar surat pendek aja tripel kulhu"
Ada lagi orang yang sudah beberapa tahun punya resolusi "ingin menulis sebuah buku", tapi kalau ditanya "sudah berapa banyak tulisan yang kamu buat?", jawabannya "anu....sebenarnya saya belum mulai menulis apapun".
Ada juga orang yang selalu kelihatan semangat ingin pergi haji, tapi ketika ditanya "sudah punya tabungan haji?", sebagian besar orang menjawab "belum punya, ntar aja kalo uda kaya"
yaaaah....terkadang kita sibuk menginginkan banyak hal besar sampai lupa melakukan hal-hal kecil untuk mendapatkan keinginan besar tersebut. Pepatah mengatakan "mulailah mengerjakan apa yang perlu, kemudian lakukan apa yang bisa dikerjakan, dan tiba-tiba saja kita akan mampu mengerjakan apa yang tidak mungkin kita kerjakan".
1. Lakukan langkah pertamamu
Hal tersulit dalam melakukan hal baru apapun adalah mengambil langkah pertama. Pastikan begitu kita membuat sebuah rencana atau resolusi apapun, cukup melangkah, melangkah lagi begitu seterusnya. Tidak perlu berfikir terlalu jauh membayangkan bagaimana hasilnya, cukup melangkah saja, lakukan saja tanpa harus dibebani dengan prasangka atau terus menduga-duga tentang bagaimana nanti hasilnya. Ingat hukum Pareto atau dikenal juga dengan hukum 80/20, 80% dari hasil itu hanya ditentukan oleh bagaimana usaha kita sebanyak 20%. Artinya cukup lakukan 20% bagianmu dengan baik, sisanya sebanyak 80% itu biar Allah yang selesaikan. Seperti yang yang disampaikan Allah dalam Al-Quran, dan mungkin seringkali kita baca dalam banyak kesempatan.
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al-Baqarah:255)
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. (QS. Ali Imran:2)Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allâh-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-‘Ankabut:60)
2. Miliki 'Sahabat' sebagai penjaga
Setelah mengambil langkah pertama, langkah berikutnya yang tidak kalah sulitnya adalah konsisten atau istiqomah tetap berjalan di track yang telah di bangun di awal sampai tiba di tujuan yang telah ditetapkan sebagai resolusi kita. Mengingat perjalanan untuk mencapai finisih resolusi kita itu adalah perjalanan yang panjang dan pasti jalannya tidak selalu mulus, maka kita perlu mempunyai teman seperjalanan yang akan menemani setiap langkah kita. Teman seperjalanan ini akan selalu mengingatkan kita setiap kali kita mulai terlihat kluar jalur, setiap kali kita mulai malas, setiap kali kita mulai menunda, tidak semangat melakukan hal-hal kecil yang biasa kita lakukan untuk mencapai garis finish resolusi yang telah kita setting di awal tahun. Tanpa sahabat sebagai penjaga, jalan istiqomah/konsisten itu akan terasa sangat berat.
“Seseorang itu tergantung pada agama sahabatnya, maka perhatikanlah salah seorang dari kamu kepada siapa dia bersahabat.” (HR Abu Daud)
“Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati. Sebaik-baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap tetangganya.” (HR. Hakim)
3. Garis FINISH itu sudah terlihat
Proses naik turunnya semangat ketika melakukan kebaikan, termasuk menjalankan proses yang merupakan bagian dari resolusi kita adalah sebuah kewajaran. Hal ini tentu dialami oleh setiap manusia, karena merupakan sunnatullah seperti yang disebutkan dalam salah satu hadits Nabi Muhammad SAW.
...Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa malasnya. Siapa yang rasa malasnya malah menjerumuskan pada bid’ah, maka ia sungguh telah sesat. Namun siapa yang rasa malasnya masih di atas ajaran Rasul, maka dialah yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad 5: 409)
Hal ini berarti, kita perlu membuat strategi agar ketika semangat kita sedang turun kita tidak sampai berlama-lama tidak melakukan apapun atau hibernasi. Perlu diingat bahwa hidup ini bukan tentang bagaimana kita memulainya, melainkan tentang bagaimana kita mengakhirinya. Bukan tentang bagaimana kita memulai awal tahun baru yang begitu bersemangat, melainkan tentang bagaimana kita mengakhirinya. Bahkan bukan tentang bagaimana kita dilahirkan dan dibesarkan, melainkan tentang bagaimana kita mengakhiri hidup kita.
Ada orang yang memulai sesuatu dengan baik, tapi mengakhirinya dengan buruk. Ada pula sebagian orang yang memulainya dengan buruk, namun bisa mengakhirinya dengan sangat baik. Harapan kita tentu adalah memulai awal tahun kita dengan baik dan mengakhirinya dengan sangat baik pula. Hal ini tentu memerlukan daya juang dan semangat yang tinggi pantang menyerah. Untuk itu kita perlu menanamkan mindset bahwa garis finish atau tujuan yang kita setting itu sudah terlihat, kita bisa melihat garis finish itu.
Dengan selalu melihat garis finish, kita akan selalu terus bergerak maju tanpa harus terpaku pada masa lalu atau dihantui oleh bisikan-bisikan lingkungan yang menghambat perjalanan kita mencapai resolusi yang telah kita tetapkan.
4. Jangan Berhenti Belajar
"Sungguh Kami telah ciptakan manusia berada dalam susah payah." (QS. Al-Balad:4)
Sudah merupakan hukum alam bahwa dalam setiap perjalanan pencapaian tujuan kita tidak selalu bertemu dengan keberhasilan. Meskipun kita sudah merasa melakuan prosesnya dengan sangat baik, namun seringkali kita tidak mendapatkan apa yang kita tuju. Ketika kita dihadapkan pada situasi sulit seperti itu, ingatlah bahwa dunia ini adalah tempatnya susah payah, jadi teruslah belajar. Hidup itu adalah proses belajar
belajar bersukur meski tak cukup,
belajar ikhlas meski tak rela,
belajar berbagi meski membutuhkan,
belajar taat meski berat,
belajar memahami meski tak sehati,
belajar bersabar meski terbebani,
Jangan takut bermimpi atau menetapkan resolusi yang berpengaruh besar untuk hidup kita hanya karena merasa tidak percaya diri bisa meraihnya. inginkan hal besar dengan terus-menerus melakukan hal kecil, seperti yang disampaikan oleh seorang futurolog, Alfin Toffler
kita harus memikirkan hal-hal besar, sementara kita mengerjakan hal-hal kecil. Sehingga semua hal kecil itu akan menuju ke arah yang tepat

lanjuuuut
ReplyDelete